belum ditentukan
| Do You want to know about Buddhism? |
|
|
| Thursday, 08 October 2009 | |
|
Do You want to know about Buddhism?
Triratna secara keseluruhan adalah Tiga Permata ( Tiga Mustika ) yang nilainya tidak bisa diukur karena merupakan sesuatu yang agung, luhur, mulia. Triratna terdiri dari Buddha, Dhamma dan Sangha. Sang Buddha adalah guru suci junjungan kita yang telah memberikan ajaranNya kepada kita umat manusia. Dhamma adalah kebenaran mutlak dan juga merupakan ajaran Buddha. Sangha adalah persaudaraan Bhikkhu suci yang telah mencapai tingkat-tingkat kesucian (Sotapana, Sakadagami, Anagami, Arahat) sebagai pengawal dan pelindung Dhamma.
Tujuan utama dari ajaran Buddha adalah mengatasi kematian. Dengan mengatasi kematian berarti kita telah mengakhiri perjalanan yang teramat panjang dan menyakitkan dalam lingkaran kelahiran dan kematian (samsara), dengan demikian terbebas dari segala bentuk penderitaan (dukkha), merealisasikan kedamaian tertinggi (Nibbana). Kita lahir dan mati, mati dan lahir lagi terus berulang. Bila tidak ada kelahiran maka tidak akan ada kematian. Cara satu-satunya mengatasi kematian adalah dengan melenyapkan semua penyebab kelahiran itu sendiri atau tumimbal lahir dalam samsara. Dengan demikian tidak akan ada lagi semua dukkha yang selalu menyertai setiap kelahiran, yaitu usia tua, sakit, dan kematian, terpisah dari orang yang dicintati, berkumpul dengan yang tidak disukai, tidak tercapai apa yang dicita-citakan, keluh kesan, tangis, dll.
Untuk dapat mengatasi kematian, kita harus dapat melenyapkan penyebab dukkha yaitu tiga akar kekotoran batin (lobha/keserakahan,dosa/kebencian,moha/kebodohan). Semua penyebab dukkha tersebut harus dapat ditransformasikan menjadi metta (cinta kasih), karuna (belas kasih), mudita (simpati). Caranya adalah dengan mempraktikkan jalan Mulia Berfaktor Delapan (Sila, Samadhi, Panna). Ajaran yang sering dikaitkan dengan ajaran Buddha yakni hukum karma. Banyak faktor yang menentukan hasil karma, antara lain: pikiran (motivasi) yang memelopori perbuatan tersebut, kualitas perbuatannya itu sendiri, kondisi yang memungkinkan untuk berbuahnya karma tersebut. Contoh: dua orang mencuri binatang ternak, orang pertama adalah seorang yang miskin melarat dan dipandang rendah masyarakat. Orang kedua adalah orang kaya yang dipandang masyarakat. Bila keduanya tertangkap, maka orang pertama mungkin akan dipenjarakan. Sedangkan orang kedua mungkin hanya akan dikenai denda. Buddha mengatakan bahwa hasil dari suatu karma tidak dapat diketahui secara mendetail. Janganlah berbuat jahat Berbuatlah kebajikan Sucikan hati dan pikiran Itulah Inti Ajaran Sang Buddha |
| < Prev | Next > |
|---|